PPDB di Jakarta, Surat Cinta Untuk Bung Anies Dari Bung Samson

Samson (Foto: Istimewa)

SELAMAT malam Bung Anies Baswedan.

Semoga Bung dalam keadaan sehat dan baik saja. Maaf, saya panggil ‘Bung’ pada Bapak Gubernur yang terhormat. Kenapa begitu? Bukan tanpa alasan.

Dari banyak info saya terima, Bapak Gubernur Anies yang terhormat, sering dikatakan punya latar belakang sebagai aktivis. Dulu, cukup aktif di dunia pergerakan. Setahu saya, dari latar belakang ke-aktivis-an Bung, tentu punya keberpihakan pada rakyat. Saya harap, semoga demikian keadaannya serta tak alami perubahan apapun, meski hari ini Bung sedang duduk di tampuk kekuasaan.

Bung, saya ingin sampaikan surat cinta ini.

Bung, saya salah satu warga anda di Jakarta, sekaligus pula orangtua dari salah seorang siswa yang hari ini mengikuti Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI Jakarta lewat jalur zonasi. Seperti kebanyakan orangtua siswa lainnya, tentu saya berharap anak saya bisa masuk sekolah negeri. Bisa masuk di sekolah negeri, jadi salah satu cita-cita  dan kebanggaan kami (para orangtua) sekaligus pula anak-anak kami.

Seperti diketahui, dari beberapa tahapan PPDB, salah satunya adalah sistem jalur Zonasi. Dari penjelasan Bung yang dirilis berbagai media massa, sistem Zonasi yang dimaksudkan berbasis Kelurahan.

Namun, pada praktiknya, apa yang Bung sampaikan melalui media massa itu, sama sekali tidak terbukti di lapangan. Sistem yang diterapkan justru berbasis usia. Bahkan banyak siswa berusia lebih tua serta berdomisili dari Kotamadya lain, bisa masuk di sekolah SMA di Zonasi lain yang berbeda dengan daerah asalnya.

Ditemukan, siswa domisili Jakarta Barat malah masuk di sekolah Jakarta Pusat. Apa Bung tahu soal itu?

Jangan-jangan, jangan-jangan nih, Bung sebagai mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan malah tidak tahu sama sekali?

Apa perlu saya meragukan kapasitas intelektual Bung mengenai sistem kontrol dari program dan wacana yang justru Bung terbitkan sendiri? Atau, Bung perlu belajar lagi mengenai sistem manajemen, monitoring dan evaluasi program?

Sering saya lihat, tulisan panjang lebar tersebar di media sosial untuk menjelaskan dan membela gagasan dan ide Bung. Sampai saat ini, saya tak pernah tahu siapa penulisnya. Meski saya anggap wajar karena kekuasaan haruslah di “back up” kuat oleh semua instrumen yang ada.

Sekali lagi Bung, sebagai pemegang kuasa, tentu segala titah maupun aturan dan sebagainya akan dijadikan pegangan para kawula. Jangan sampai, para kawula jadi tidak percaya lagi sama Bung. Konsistensi ucapan dan tindakan harus dijaga.

Saya mau bilang, jika Bung masih berharap para kawula percaya kemampuan kepemimpinan Bung, maka ini saat yang tepat.

Ketakberesan dan kesemrawutan tata kelola PPDB ini sudah saatnya Bung evaluasi keras dan tegas. Kalau mau lebih jauh lagi, Bung harus berani membatalkan sistem Zonasi. Sistem ini tidak tepat, seperti yang Bung pernah katakan.

Bung, surat ini saya tulis karena digerakkan oleh cinta. Percayalah. Sejak lama, saya berharap bisa muncul negarawan dan pejabat yang punya kapabilitas. Barangkali saja, Bung orangnya.

Saya pun berharap, Bung bukan salah satu dari kumpulan pejabat negeri ini yang kaya bualan minim kemampuan.

Maklumlah, saya ini mewakili kekecewaan sekian banyak orangtua siswa di Jakarta.

Semoga setelah membaca surat ini, Bung dapat tidur nyenyak. Kami pun tetap menunggu putusan serta tindakan nyata dari Bung, meski dengan perasaan cemas luar biasa.

Demikian Bung, salam hormat. Semoga kelak kita bertemu secara ide dan praktik dalam suasana yang riang gembira. Seperti harapannya Bung di awal dulu, memberi gurat senyum pada rakyat Jakarta. Maju kotanya, bahagia warganya.

Tertanda,

Samson

Orangtua siswa, asli warga Jakarta