Preman Coba Peras Kru dan Pemain Film Indie di Medan, Komunitas Kreatif Kecam Keras

Koordinator Gerakan Bergotongroyong, Bobi Septian (Foto: Istimewa)

| Beberapa komponen komunitas kreatif mengecam keras percobaan pemerasan 4 orang oknum preman terhadap kru dan pemain film A Thousand Midnight in Kesawan saat syuting perdana di kawasan Kesawan Medan, Selasa (10/3/2020) malam.

“Aksi premanisme tidak boleh dibiarkan terjadi oleh pihak kepolisian. Di era milenial ini, sepatutnya insan kreatif harus diberi kenyamanan untuk berekspresi karena kelompok kreatif lah yang mampu mengubah wajah medan agar lebih baik ke depannya,” ujar Koordinator Gerakan Kampung Sendiri, Bobi Septian, di Medan, Kamis (12/3/2020).

Untuk itu, Bobi meminta jajaran kepolisian menjamin keamanan komunitas kreatif dalam mengekspresikan diri di ruang publik, seperti di Kesawan dan Lapangan Merdeka.

“Kapolda harus mengambil sikap terkait terjadinya pemerasan yang dilakukan oleh preman di lapangan Merdeka yang menimpa komunitas film indie. Program Kapolda Sumut tidak ada tempat bagi preman, jangan hanya slogan belaka,” tegasnya.

Sementara itu, penggiat Komunitas Film Sumatera Utara (KOFI SUMUT), Ridho Golap, juga sangat menyayangkan peristiwa pemerasan terhadap insan film.

“Aksi pemerasan yang terjadi berdampak negatif terhadap industri kreatif seperti sedang digalakkan Presiden Indonesia Jokowi,” pungkas Ridho.