Preman Coba Peras Seniman, Slogan Kapolda Sumut Dipertanyakan

Onny Kresnawan (Foto: Istimewa)

| Kritik keras terkait aksi percobaan pemerasan 4 orang oknum preman terhadap pekerja kreatif di Medan, kembali dilontarkan. Kali ini, datang dari penggiat perfilman Sumatera Utara, Onny Kresnawan.

“Premanisme lagi-lagi mengusik kerja kreatif di Medan. Kerja kreatif, baik komersial maupun non-komersial, butuh kenyamanan dan ketenangan. Aksi pemerasan yang kerap terjadi di lapangan tidak seirama program Kapolda Sumut dengan slogan Tiada Tempat Bagi Penjahat di Sumut,” ujar Onny kepada TataBerita, di Medan, Jumat (13/2/2020).

Onny berharap insiden percobaan pemerasan yang menimpa pekerja kreatif saat syuting film di daerah Kesawan Medan, Selasa (10/3/2020) lalu, disikapi serius.

“Ini perlu mendapat perhatian serius dari pihak berwenang. Kejadian ini menambah kesan sangar kota medan. Ini tindakan kriminal, karenanya tindakan hukum perlu diambil,” ujar Ketua Komite Film Dewan Kesenian Sumatera Utara (DKSU) ini.

Meski punya trik menghadapinya, Onny mengatakan tidak semua pekerja kreatif punya ketahanan mental hadapi gangguan para preman ketika bekerja di lapangan. Untuk itu, perlu ada regulasi dan perhatian serius dari pejabat pemerintahan dan aparat keamanan.

“Tidak semua pekerja kreatif punya ketahanan (mental-red) yang sama, ini butuh sentuhan kebijakan negara. Jika praktik premanisme ini terus berjalan dan dibiarkan, ini tindakan merendahkan harkat dan martabat pemerintahan sekaligus aparat penegak hukum,” tegas Onny, juga Ketua Asosiasi Dokumentaris Nusantara Kota Medan ini.

Mengingatkan, tanpa alasan jelas, tim produksi film A Thousand Midnight in Kesawan dimintai uang oleh 4 orang oknum preman saat syuting perdana di kawasan Kesawan Medan, Selasa (10/3/2020) malam. Tim produksi tak mengamini permintaan tersebut, sehingga 4 oknum itu berbuat onar di sekitar lokasi syuting. (tb)