Protes Pembongkaran Sekretariat Sepihak, Mahasiswa UMA Medan Tuduh Warek III Arogan

Penampakan bekas sekretariat GASI-UMA yang baru saja dihancurkan pihak Rektorat, Kampus UMA Medan, Senin (10/2/2020) (Foto: Istimewa)

| Pembongkaran gedung sekretariat organisasi mahasiswa Gemar Alam Psikologi Universitas Medan Area (GASI-UMA), Kampus I UMA, Jl Kolam Nomor 1 Medan, Senin (10/2/2020), oleh Wakil Rektor III, Muazzul, mendapat protes keras dari mahasiswa.

Ketua I Bidang Internal GASI-UMA, Ricky Sukma, mengatakan tindakan Warek III UMA Muazzul sarat arogan, tidak mencerminkan sikap seorang intelektual kampus. Menurutnya, penghancuran sekretariat GASI-UMA dilakukan sepihak dan semena-mena, tanpa surat pemberitahuan sebelumnya.

“Pola kepemimpinan Wakil Rektor III cenderung agresif dan arogan. Sikap ini akan menimbulkan iklim tidak sehat di kampus bestari UMA. Wakil Rektor III UMA suka ancam memenjarakan atau melaporkan mahasiswa ke polisi. Bahkan, kami tidak menerima sepucuk surat pun untuk penertiban ruangan sekretariat,” terang Ricky, di kampus UMA, Selasa (11/2/2020).

Ricky melanjutkan, hal ini bermula dari surat Wakil Rektor II UMA pada Desember 2019, terkait rencana pemindahan sekretariat GASI-UMA untuk pengerjaan pelebaran ruang Dosen Fakultas Psikologi. Namun, dalam surat tersebut dikatakan bahwa pelebaran disetujui pihak Yayasan Kampus UMA dengan syarat juga didukung GASI-UMA.

“Alasannya untuk pelebaran ruangan dosen, kami katanya mau dipindahkan. Tapi apa, hingga saat ini kami tidak tahu di mana ruangan kami,” terangnya.

Atas dasar itu, ujar Ricky, pada Januari 2020, pihak GASI-UMA melayangkan surat kepada Rektor UMA tembusan pihak Yayasan Kampus, berisi keterangan pihaknya tidak mendukung pemindahan sekretariat GASI-UMA sebelum adanya mufakat tentang letak dan sekretariat pengganti.

Namun, pihak Rektorat UMA melalui Warek III, Muazzul, membongkar bangunan sekretariat GASI-UMA pada Senin (10/2/2020). Diketahui, peristiwa pembongkaran ini diprotes keras para mahasiswa di lapangan. Bahkan, kericuhan berujung kontak fisik hampir terjadi antara mahasiswa dengan Warek III UMA.

“Memang ruangan itu milik UMA, tapi barang-barang di dalamnya, itu milik organisasi, kalau hilang dan rusak gimana. Kita kecewa tindakan sepihak Wakil Rektor IIIĀ  menghancurkan sekretariat GASI-UMA tanpa musyawarah-mufakat. Ini abuse of power,” pungkasnya. (tb)