Rekonstruksi Pembunuhan Hakim PN Medan, Tersangka Sakit Hati Pada Korban

Konferensi Pers Kapolda Sumut didampingi Irwasda Polda Sumut, Direskrimum Polda Sumut, PJU Polda Sumut dan Kapolrestabes Medan, Mapolda Sumut, Rabu (8/1/2020) (Foto: Polda Sumut)

Medan, TataBerita | Kepolisian Daerah Sumatera Utara dan Polrestabes Medan menggelar rekonstruksi pembunuhan hakim Pengadilan Negeri Medan (PN Medan) Jamaluddin di beberapa lokasi, Senin, 13 Januari 2020. Rekonstruksi pembunuhan hakim PN Medan ini disaksikan langsung Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin.

“Rekonstruksi akan dilakukan di Perumahan Mercy, Town Coffee Ringroad Medan, Pajak Melati Sunggal. Itu urut-urutannya,” terang Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atmaja, Medan, Senin (13/1/2020).

Rekonstruksi pertama, di salah satu kafe di kawasan Jalan Ring Road/Gagak Hitam, Medan. ZH (otak pelaku) dan JP (eksekutor) mengatakan kepada JP bahwa ia banyak masalah dengan Jamaluddin (korban).

“Suami saya terus menerus berselingkuh dengan perempuan-perempuan lain. Sejak menikah, dia (Jamaluddin) selalu mengkhianati saya. Saat saya lagi hamil, dia bawa perempuan ke rumah. Saya sudah mengadu ke keluarga dan kakak-kakaknya, adik kandungnya, mereka tidak bisa apa-apa,” keluh ZH kepada JP dalam rekonstruksi, Senin (13/1/2020).

ZH mengaku pernah coba minta cerai dengan Jamaluddin. Namun ditolak Hakim PN Medan itu karena sebagai seorang berprofesi hakim ia akan malu.

“Tapi, dia menyakiti saya dengan perempuan-perempuannya,” sebut ZH sembari menangis.

Pindah kafe di Jalan Ring Road/Gagak Hitam, rekonstruksi dilanjutkan ke salah satu kafe di Jalan Ngumban Surbakti, Medan. Di lokasi kedua ini, JP menghubungi RF (tersangka eksekutor satunya lagi) dan mengajak melakukan aksi pembunuhan Jamaluddin (25/11/2019).

“Yang mau abang sampaikan, ZH ada masalah sama suaminya. Selama ini suka main perempuan, suka marah-marah, merendahkan keluarga ZH. Mereka tidak bisa bercerai sama suaminya, dia mau suaminya dibunuh,” ucap JP kepada RF.

Mendengar penjelasan itu, RF bertanya kepada ZH yang kemudian diamini ZH. RF lalu mengiyakan rencana pembunuhan Jamaluddin dan mengeksekusinya pada 28 November 2019.

Tahap Perencanaan, 15 Adegan dan 5 Lokasi

Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian, mengatakan rekonstruksi kali ini ketiga tersangka melakukan sebanyak 15 adegan dari lima lokasi. Rekonstruksi yang digelar kali ini hanya untuk tahap perencanaan saja.

Tersangka ZH  juga menjanjikan uang Rp 100 juta kepada RF bila berhasil membunuh Jamaluddin. ZH pun berencana mengajak JP dan RF untuk umrah.

Selain janji uang dan umrah, ZH juga berencana menikah dengan JP.

“Untuk uang Rp 100 juta masih sebatas janji, begitu juga umrah. Namun dalam pertemuan ketiganya, ZH hanya memberikan uang Rp 2 juta untuk belanja perlengkapan kepada eksekutor,” ujar Kombes Andi.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin, sebelumnya mengatakan, sebelum beraksi, JP dan RF, sudah berada di rumah korban di Perumahan Royal Monaco, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor.

“Mereka sudah ada di rumah sebelum korban pulang ke rumah,” ujarnya.

Perlu diketahui, Hakim PN Medan Jamaluddin dibunuh dengan dibekap. Dari bukti hasil laboratorium forensi, korban menjadi lemas dan akhirnya meninggal dunia akibat kehabisan oksigen.

Hakim PN Medan, Jamaluddin, ditemukan meninggal dunia di jurang areal kebun sawit milik masyarakat di Dusun II, Namo Bintang, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang (29/11/2019).

Jasadnya berada di dalam mobil Toyota Land Cruiser Prado, nomor polisi BK 77 HD. Jasadnya dalam keadaan kaku terlentang di bangku mobil dengan posisi miring dan wajah mengarah ke bagian depan.

Selanjutnya, jasad Jamaluddin diautopsi di Rumah Sakit Bhayangakara Polda Sumut, Jalan KH Wahid Hasyim. Lalu dibawa untuk dimakamkan di kampung halamannya, Nagan Raya, Aceh (30/11/2019). (tb)