Relawan Bobby Sembelih Kurban, Suwarno: Hasil Terbaik Lahir Dari Kolaborasi Baik

Tim Re-Born dan Bondan tampilkan semangat kolaborasi saat ikuti proses penyembelihan hewan kurban di Rumah Kolaborasi, Jl Cut Mutia Medan, Jumat (31/7/2020) (Foto: Istimewa)

| Dalam rangka merayakan Idul Adha 1441 H, tim Relawan Bobby Nasution (Re-Born) dan Bobby Nasution for Medan (Bondan) tampilkan semangat kolaborasi saat ikuti proses penyembelihan hewan kurban di Rumah Kolaborasi, Jl Cut Mutia Medan, Jumat (31/7/2020).

Menurut Ketua Umum Re-Born, Suwarno, semangat kolaborasi bisa dikerjakan dari hal terkecil, mulai dari penyembelihan sapi, menguliti, pemisahan daging dari tulang, menimbang daging dan membersihkan organ dalam tubuh sapi kurban.

“Kita lihat tadi, semuanya berkolaborasi memberikan yang terbaik. Hingga hasilnya bisa diselesaikan dengan baik,” ujar Suwarno di lokasi.

Suwarno yang didampingi Romulo Sinaga (Wakil Bendahara) dan Tekken Sinaga (Humas) mengaku, ia sengaja ikut langsung dalam proses penyembelihan hewan kurban ini untuk memberi keteladanan kepada jajaran Re-Born.

“Contoh terbaik dari seorang pemimpin adalah memberi keteladanan. Tentunya, keteladanan itu harus hal-hal yang positif,” terang Ketua Umum DPP Pelindung Persaudaraan Pedagang Pasar Bersatu (P4B) ini.

Baca juga: Dicintai Emak-Emak, Kartini Re-Born Siap Dukung Bobby Nasution

Untuk itu, imbuh Suwarno, semangat kolaborasi ini bisa dilakukan secara lebih luas dalam pembangunan dan perbaikan kota Medan ke depan.

“Perbaikan sarana dan prasarana di pasar tradisional dan pengembangan UMKM. Diperlukan kolaborasi dari berbagai pihak yang terlibat. Kami juga mengajak kaum milenial tak sungkan berbelanja di pasar tradisional. Kualitas barang di pasar tradisional tak kalah dengan yang dijajakan di mall,” imbaunya.

Selain itu, Suwarno pun mengingatkan agar terjadi komunikasi yang baik antara pemerintah dan pedagang pasar, sebab hal ini akan meningkatkan pendapatan daerah.

“Diperlukan komunikasi yang baik antara pemerintah dengan pedagang untuk memperbaiki pasar tradisional. Bila kondisi pasar tradisional menjadi lebih baik, maka pasar tradisional akan semakin ramai dikunjungi masyarakat. Pedagang mendapat pemasukan, ekonomi berputar dan sudah pasti akan bertambah pula penghasilan daerah,” tandasnya. (tb)