RKI Project di Kota Tanjungbalai, Teater Kiambang Tampilkan Komedi Sarat Isu Lingkungan

Teater Kiambang saat pentas pertunjukan dari "Gara-gara Tasumbat" di gedung DKTB Kota Tanjungbalai, Jl Gereja Tanjungbalai, Selasa (16/6/2020) (Foto: TataBerita)

| Teater Kiambang asal Kota Tanjungbalai (Sumatera Utara)sukses tampilkan komedi stambul (khas Melayu) gaya Tanjungbalai berjudul “Gara-gara Tasumbat” karya Arifin Yus lewat pertunjukan daring (live streaming) di gedung Dewan Kesenian Tanjungbalai (DKTB), Jl Gereja Tanjungbalai, Selasa (16/6/2020) sore.

Pertunjukan daring ini merupakan program kerjasama Rumah Karya Indonesia (RKI) dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI sebagai fasilitasi para seniman tetap berkarya di tengah pandemi Covid-19.

“Kali ini, kita adakan di Kota Tanjungbalai. Tadi pementasan teater Kiambang, menarik sekali dengan logat khas Tanjungbalai nya. Di tengah pandemi Covid-19  seperti ini, kita harap para seniman tetap berkarya dengan protokol kesehatan,” terang Direktur RKI, Ojak Manalu, di lokasi pertunjukan, Selasa (16/6/2020).

Sementara itu, Ketua DKTB, Awang, mengucapkan terima kasih atas perhatian Kemenparekraf RI dan RKI terhadap seniman kota Tanjungbalai.

“Ya, atas nama DKTB dan pegiat seni di kota ini, kami ucapkan terima kasih. Program ini sangat membantu. Ke depannya, kami berharap kerjasama seperti ini terus terjalin,” ujar Awang didampingi Sekretaris DKTB, Abdurrahman, di lokasi pertunjukan.

Naskah berjudul “Gara-gara Tasumbat” ini menceritakan tentang pertikaian dua keluarga bertetangga yang berselisih karena aliran parit yang tersumbat.

“Pesannya, kita semua bisa menjaga kebersihan lingkungan, terutama dari lingkungan terdekat. Semoga pesan ini bisa kami sampaikan dengan baik,” pungkas Ketua sekaligus pendiri teater Kiambang, Erwinsyah alias Comen.

Pertunjukan daring “Gara-gara Tasumbat” kurang lebih berdurasi 1 jam pertunjukan. Ditayangkan melalui kanal Youtube RKI Project, Selasa (16/6/2020), mulai pukul 17.30 sampai 18.30 WIB.

Para aktor/aktris, antara lain Erwinsyah Sirait sebagai Wak Sangkot, Kiki sebagai Cek Juli, Hendra Irwan sebagai Pak Imul, Arifin Panjaitan sebagai Ipul, Intan Sirait sebagai Upik serta pengisi musik Salman (gitar) dan Rizki Amanda Tanjung (gendang). (tb)