Sebelum Positif Corona, Menhub Juga Rapat Bersama Plt Walikota Medan dan Gubsu

Gubsu Edy Rahmayadi (kanan) dan Plt Walikota Medan Akhyar Nasution (tengah) saat Ratas Kabinet di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/3/2020) (Foto: Kompas/Wawan Prabowo)

| Sebelum diumumkan positif corona (Covid-19), Sabtu (14/3/2020), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, sempat ikut Rapat Terbatas (Ratas) Kabinet terkait Otonomi Khusus Papua dan Permasalahan Tanah di Sumatera Utara, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/3/2020).

Diketahui, dalam Ratas tersebut, Plt Walikota Medan Ir Akhyar Nasution, dan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi, juga turut menghadirinya.

Menhub Budi Karya (nomor 6 sebelah kiri Presiden Jokowi) hadir saat Ratas di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/3/2020) (Foto: Kompas/Wawan Prabowo)

Tes Kesehatan Plt Walikota Medan dan Gubsu Tunggu Perkembangan Jakarta

Ketika ditanya apakah tes kesehatan sudah dilakukan kepada Akhyar Nasution dan Edy Rahmayadi, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara (Sumut), dr Aris Yuhariansyah, menjawab bahwa pihaknya tengah menunggu hasil penyelidikan epidemiologi tim kesehatan Menhub Budi Karya di Jakarta, Minggu (15/3/2020).

Penyelidikan epidemiologi dilakukan tim ahli kesehatan bertujuan mendapat gambaran suatu masalah kesehatan atau penyakit secara detail.

Berikut transkrip wawancara redaksi TataBerita (TB) dengan Sekretaris Dinkes Sumut, dr Aris Yuhariansyah (AY) via seluler:

TB: Kita mau konfirmasi ini, Pak. Informasinya, hari Rabu (11/3/2020) itu kan ada Rapat Terbatas bersama Presiden dan Kabinet. Di situ, juga hadir Pak Gubsu dan Pak Plt Walikota Medan. Bisa saja, mereka bersalaman. Apakah Pak Gubsu dan Plt Walikota sudah lakukan tes kesehatan dan tracing, Pak?

AY: Pertama, kita juga baru mendengar kabar Pak Menhub dikatakan positif (Corona-red). Kedua, berdasarkan protokol itu akan dilacak kontak erat, yaitu orang yang berkomunikasi atau berhubungan langsung dengan orang yang sudah positif, kalau nggak salah mundur 7 hari sebelum diumumkan (positif corona-red). Sampai sekarang kan, kita belum ini tahu Pak Menhub terkenanya dari siapa. Inilah sekarang sedang penyelidikan epidemiologi, namanya. Dari hasil penyelidikan epidemiologi itu nanti, itulah baru bisa diputuskan siapa-siapa saja yang menjadi kontak erat Pak Menteri sebelum dia dinyatakan positif.

TB: Pertanyaannya kan begini, Pak. Kalau dihitung 7 hari mundur, hari Rabu (11/3/2020) itu kan baru 3 hari sebelum diumumkan? Apakah Dinkes Sumut selaku Koordinator ada inisiatif atau mengingatkan Pak Wali dan Pak Gubsu melakukan tes kesehatan, Pak?

AY: Ya itu tadi, jawabannya seperti di atas. Kita menunggu hasil penyelidikan epidemiologi yang dilakukan oleh tim yang memeriksa Pak Menteri. Jadi, seandainya nanti hasil PE (penyelidikan epidemiologi-red) itu Pak Gubernur atau siapapun yang diduga sebagai kontak eratnya (Menhub-red), ya itu juga harus kita lakukan pemeriksaan. Namanya, orang dalam pemantauan.

TB: Nah, kemudian dalam kondisi new-emerging (infeksi penyakit yang baru muncul-red) dan sudah ditetapkan pandemi global, apakah tidak ada tindakan awal atau pra-menunggu hasil penyelidikan epidemiologi dari Pusat?

AY: Oh, kita tetap memantau lah, Pak. Kita tetap memantau. Jadi, ada tiga kriteria. Pertama, orang sehat dipantau. Kedua, orang dalam pemantauan, orang yang sehat tadi, tapi menderita gejala-gejala seperti corona. Ketiga, pasien dalam pengawasan, itulah yang dirawat sekarang.

TB: Untuk status Pak Gubsu dan Pak Wali, yang mana itu, Pak?

AY: Masih orang sehat lah. Orang sehat dipantau. Begitu pun kita tetap menunggu hasil penyelidikan epidemiologi tadi, ya.

Di tempat terpisah, ketika diajukan pertanyaan sama, narahubung Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kota (Pemko) Medan, Jojor Simamora, mengaku pemeriksaan kesehatan Plt Walikota Medan terkait virus Corona belum dilakukan sebab hal ini wewenang pemerintah pusat, Minggu (15/3/2020).

Berikut transkrip wawancara dengan Jojor Simamora via seluler:

TB: Apakah Dinkes Medan sudah tes kesehatan Pak Wali setelah ikut Rapat Terbatas dengan Pak Menhub yang positif Corona, Pak?

JS: Belum, Pak. Orang Kementerian lah yang menyelidiki semua yang ikut pertemuan itu dan diperiksa kesehatannya, gitu lho, Pak.

TB: Oh, jadi itu wewenang Kementerian Kesehatan, ya Pak, ya. Tapi, mengingat corona sudah ditetapkan pandemi global, apakah Dinas Kesehatan kota Medan nggak ada inisiatif gitu untuk cek kesehatan Pak Wali, gitu, Pak?

JS: Kalau itu nanti, kami bicarakan Pak sama Pak Kepala Dinas nanti, Pak. Masukan sudah dikasih tau itu sama Pak Kepala Dinas, Pak.

TB: Oh, sudah diberitahu masukan untuk Kepala Dinas, ya, Pak?

JS: Kalau hal-hal semacam itu, iya, Pak.

TB: Jadi, untuk cek Pak Wali, belum ya, Pak. Tapi, sudah disampaikan ke Kepala Dinas, ya.

JS: Iya, Pak.

TB: Kita mau konfirmasi itu, Pak. Sekaligus untuk mengingatkan juga, Pak.

JS: Iya, Pak. Ini kan juga kepedulian masyarakat untuk saling mengingatkan, ya, Pak.

TB: Terima kasih, Pak.

Diketahui, pihak Istana Kepresidenan melalui Tenaga Ahli Utama Kepresidenan KSP, Dany Amrul Ichdan, meminta para menteri dan pejabat eselon I melakukan tracing (lacak jejak) kontak dan tes kesehatan, Sabtu (14/3/2020), seperti dilansir dari detiknews.

Hal ini merujuk protokol kesehatan penanganan virus Corona (Covid-19) yang dirilis Kantor Staf Presiden, Jumat (6/3/2020). (tb/dn)