Sehari Menjelang Pemakzulan, Trump: Saya Telah Kembalikan Amerika Hebat

Ketua DPR AS Nancy Peloci menyobek naskah pidato Presiden Amerika, Donald Trump. Trump menyampaikan pidato kenegaraan menjelang keputusan pemakzulan dirinya sebagai presiden Amerika Serikat (Foto Daily Sabah)

Washington, TataBerita | Sehari menjelang keputusan pemakzulan atas posisinya sebagai Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyampaikan pidato kenegaraannya di hadapan kongres Amerika, di US Capitol, Washington DC, Selasa (4/2/2020).

Dalam pidatonya, Trump yang dimakzulkan karena penyalahgunaan wewenang dan menghalangi penyelidikan Kongres AS, menyampaikan capaian-capaian Amerika Serikat selama dirinya memerintah. Trump juga kembali menegaskan gagasan besarnya tentang “Kembalinya Amerika Yang Hebat.”

“Kita telah merobek mentalitas Amerika yang merosot, dan memutuskan menolak bagaimana nasib negara ini yang kian mengendur,” ujar Trump seperti dilansir dari kompas.com.

Trump juga menyampaikan bahwa kebijakan deregulasi dan pemotongan pajak telah mengantarkan Amerika ke dalam banyak kemajuan.

Presiden dari Partai Republik ini juga mengklaim keberhasilan-keberhasilan lain, seperti perjanjian dagang antara Amerika, Meksiko, dan Kanada (USMCA). Ia juga menyinggung keberhasilan membuat kesepakatan dagang dengan China.

Trump pun mengklaim keberhasilan menghentikan imigran ilegal serta menghentikan perang di Timur Tengah.

“Berbeda dari beberapa presiden sebelumnya, saya telah memenuhi janji-janji saya,” ujarnya.

Klaim keberhasilan Trump ini telah lama mendapat kritikan Partai Demokrat, misalnya kebijakan deregulasi dan pemotongan pajak dinyatakan telah menyumbang kerusakan lingkungan dan hanya menguntungkan kaum kaya saja.

Trump sedikit pun tidak menyinggung perihal pemakzulan dirinya dalam pidato tersebut. Ia tampak yakin akan terbebas dari langkah politik yang digagas oleh Partai Demokrat ini. Karena, walaupun DPR AS dikuasai oleh Demokrat, tapi Senat dikuasai penuh oleh Republik yang akan menyelamatkannya dari pemakzulan.

Sebelum penyampaian pidato, terjadi drama antara Trump dan Nancy Pelosi, Ketua DPR AS dari Partai Demokrat. Trump menolak uluran jabat tangan dari Pelosi, dan di akhir pidatonya, Pelosi membalas tindakan itu dengan menyobek naskah pidato kenegaraan Trump. (tb/kc)