Setelah Buron 11 Tahun, Polisi Tangkap Djoko Tjandra

Djoko Tjandra (Foto: Net)

| Setelah buron selama 11 tahun, akhirnya polisi berhasil menangkap tersangka kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra alias Joe Chan. Ia dibawa dari Malaysia ke Indonesia pada Kamis (20/7/2020) semalam.

“Ya benar, saya sedang menuju bandara untuk menjemput (Djoko Tjandra),” terang Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Argo Yuwono, Kamis (30/7/2020), seperti dilansir dari CNNIndonesia.

Ramai diberitakan, meski berstatus buron, Djoko Tjandra sempat berada di Indonesia tanpa diketahui aparat penegak hukum dan keimigrasian.

Bahkan, ia sempat membuat E-KTP dan mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas kasusnya di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada 8 Juni 2020 lalu.

Lalu, ia berhasil keluar dari Indonesia menuju Malaysia dengan alasan sakit dan hendak melakukan pengobatan.

Namun, ia tak pernah hadir sebanyak empat kali dalam sidang PK di PN Jakarta Selatan dengan alasan sakit. PN Jakarta Selatan, akhirnya, menolak permohonan PK Djoko Tjandra.

Seperti diketahui, kasus Djoko Tjandra ini bahkan membuat sejumlah jenderal di Polri dicopot karena diduga membantu pelariannya.

Para jenderal tersebut, Brigjen Prasetijo Utomo dicopot dari jabatan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri, Irjen Napoleon Bonaparte dicopot dari jabatan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri dan Brigjen Nugroho Slamet Wibowo dicopot dari jabatan Sekretaris NCB Interpol Indonesia.

Selain itu, Kejaksaan Agung juga mencopot Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi 2 pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan, Pinangki Sirnamalasari, dari jabatannya. Pinangki diduga bertemu dengan Djoko Tjandra di Malaysia pada 2019 lalu.

Polri juga telah menetapkan pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking sebagai tersangka. Dia diduga turut berperan membantu pelarian Djoko Tjandra selama diburon. (tb/cnni)