Sri Mulyani: Skenario Terburuk Pertumbuhan Ekonomi Minus 0,4%, Pemerintah Kucurkan Rp405 Triliun Dana Stimulus

Ilustrasi Ekonomi (Foto: Net)

| Di tengah pandemi virus Corona (Covid-19) ini, Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, memperkirakan terjadi penurunan pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini 2,3% sampai skenario terburuk minus 0,4%.

“KSSK (Komite Stabilitas Sektor Keuangan) memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun ini turun jadi 2,3% dan lebih buruk bisa negatif 0,4%. Sehingga kondisi ini menyebabkan penurunan kegiatan ekonomi dan berpotensi menekan lembaga keuangan karena kredit tidak bisa dibayarkan dan perusahaan alami kesulitan dari revenue,” tutur Sri Mulyani yang juga Ketua KSSK, Rabu (1/3/2020), seperti dilansir dari cnbcindonesia.

Sri Mulyani menambahkan, penurunan pertumbuhan ekonomi ini disebabkan konsumsi rumah tangga dan investasi lesu di situasi sekarang ini.

Untuk itu, menurut Sri Mulyani, perlu dilakukan upaya pencegahan menghindari skenario terburuk ini.

Seperti diketahui, untuk mengantisipasi dampak buruk wabah Corona (Covid-19) terhadap sektor ekonomi, Presiden Jokowi telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPPU) No 1 Tahun 2020 berisi sejumlah stimulus ekonomi.

Melalui PERPPU ini dianggarkan tambahan belanja dan pembiayaan APBN 2020 sebesar Rp 405,1 triliun dengan rincian.

Dari Rp 405,1 triliun tersebut, Rp 75 triliun dialokasikan untuk dana kesehatan (pembelian APD, penanganan pasien Covid-19 dan insentif tenaga medis), Rp 110 triliun untuk jaring pengaman sosial (program keluarga harapan, sembako, kartu pra-kerja, listrik), Rp 70,1 triliun untuk Insentif Pajak dan Kredit Usaha Rakyat) dan Rp 150 triliun dialokasikan untuk pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional. (tb/cnbci)