Tanggapi Komentar Luhut, Jimly: “Kawan Saya Yang Satu Ini Agak Kebablasan”

Jimly Asshiddiqie (Foto: Harian Nasional)

Jakarta, TataBerita | Terkait komentar Luhut Panjaitan yang meminta persoalan masuknya kapal Cina ke kawasan ZEE perairan Natuna tak perlu dibesar-besarkan, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshidiqie, mengatakan bahwa komentar Luhut ini tidak proporsional.

“Kali ini kawan saya yg satu ini agak kebablasan berkomentar, seolah investor adalah segala2nya,” cuit Jimly di akun twitter pribadinya @JimlyAsshidiqie (4/1/2020).

Di dalam cuitannya tersebut, Jimly pun menyertakan tautan berita salah satu media daring yang memuat komentar Menko Kemaritiman dan Investasi tersebut.

Jimly yang saat ini duduk sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI 2019-2024, sebelumnya sempat memberikan pandangan terkait polemik perairan Natuna di akunnya tersebut.

“Pulau Natuna sangat jauh dari daratan China, bila dibandingkan dgn negara2 lain di Asia Tenggara. Mungkin karena terletak di laut yg brnama South China Sea, RRC merasa dekat dgn smua pulau kecil disitu. Maka kita usulkan sj agar PBB ganti namanya jadi Southeast Asian Sea,” cuitnya.

Seperti diketahui, Pemerintah Indonesia melalui Menlu, Retno Marsudi, menegaskan tidak akan pernah mengakui nine dash line di perairan Natuna yang diakui sepihak oleh China. Menurutnya, klaim sepihak tersebut tidak memiliki alasan hukum yang diakui hukum internasional. Bahkan, Retno pun telah mengirim nota protes keras dan memanggil Dubes Cina untuk Indonesia, Rabu (1/1/2020), agar mengklarifikasi masuknya kapal Cina ke wilayah ZEE Indonesia di perairan Natuna. (tb)