Terjun Ke Politik Karena Panggilan Hati, Bobby Tawarkan Konsep Kolaborasi

Bobby Nasution saat diundang berdiskusi di Bincang Radio MNC Trijaya FM Medan, Rabu (16/9/2020) sore (Foto: Istimewa)

| Muhammad Bobby Afif Nasution mengaku, pilihannya terjun ke dunia politik merupakan panggilan hati untuk membenahi kota kelahirannya, yakni kota Medan.

Hal ini diungkapkannya saat menjawab pertanyaan pemandu acara Amy Mauliddya mengenai alasan terjun ke dunia politik, ketika diundang berdiskusi di acara Bincang Radio MNC Trijaya FM Medan yang diproduseri Roni Siregar, Rabu (16/9/2020) sore.

“Lebih kepada panggilan hati. Selama ini, melihat kondisi Medan sebagai tanah kelahiran yang banyak masalah,” tutur Bobby.

Amy melanjutkan pertanyaan tentang kiprah Bobby di dunia bisnis hingga namanya yang menjadi buah bibir masyarakat setelah menantu Presiden Jokowi ini menyatakan diri maju sebagai Calon Walikota Medan dan siap menjadikan kota Medan lebih berkah.

“Mulai berbisnis pada tahun 2011. Sempat gagal di sejumlah bisnis, namun tak menyerah hingga akhirnya sukses di bisnis properti dan agrikultur. Saya rasa bisa memperbaiki Kota Medan. Saya lihat langsung kondisi Medan yang bahkan kurang ramah terhadap investor,” terang alumni pascasarjana IPB Bogor ini.

Ketika sesi interaksi dengan pendengar radio, salah seorang warga menyampaikan keluhan dan mempertanyakan konsep Bobby menyelesaikan masalah banjir yang menjadi momok di kota Medan.

“Itulah pentingnya memberikan kepercayaan kepada anak muda, yang kreatif dan punya gagasan. Kita akan berkolaborasi dengan semua pihak agar Kota Medan berhasil kita benahi,” jawab suami Kahiyang Ayu ini.

Bila diberi kepercayaan masyarakat menjadi Walikota Medan, ujar Bobby, selain penguatan pelaksanaan konsep kolaborasi, ia akan fokus pada penyederhanaan birokrasi yang sering menjadi keluhan warga.

Baca juga: Safari Jumat Bobby-Aulia, Warga Medan Labuhan Dukung Konsep Kolaborasi

Selain itu, Kolaborasi Medan Berkah akan menjadikan keberagaman warga Medan sebagai kekuatan membenahi kota ini.

“Menjaga keberagaman harus, bukan masalah tapi jadi kekuatan kita. Medan ini plural maka harus bisa berkolaborasi, tanpa menyakiti dan menzolimi satu sama lain,” pungkas ayah Sedah Mira Nasution itu. (tb)