Terkait Harun Masiku, Kini Giliran Ketua KPU Arief Budiman Diperiksa KPK

Ketua KPU, Arief Budiman, saat datang menjalani pemeriksaan KPK, gedung KPK Jakarta, Selasa (28/1/2020) (Foto: RMco.id)

Jakarta, TataBerita | Setelah komisioner Evi Novida dan Hasyim Asy’ari (24/1/2020), kali ini giliran Ketua KPU RI, Arief Budiman, dan komisioner Viryan Azia yang diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pengusutan kasus Harun Masiku yang menjerat eks komisioner KPU, Wahyu Setiawan.  Keduanya pun datang memenuhi panggilan KPK sebagai saksi kasus ini, Selasa (28/1/2020).

“Yang akan disampaikan sesuai dengan apa yang sudah kami kerjakan. Perihal penetapan calon terpilih, kemudian seputar pergantian antar waktu yang sudah kami kerjakan kemarin,” ujar Viryan sebelum memasuki Gedung Dwiwarna KPK, Jakarta, Selasa (28/1/2020), seperti dilansir dari cnnindonesia.

Viryan datang sekira pukul 09.45 WIB mengenakan batik biru kehitaman dan membawa sejumlah map. Ketua KPU RI, Arief Budiman, datang menyusul kemudian. Ia terlihat mengenakan kemeja batik.

“Saya nggak tahu kan pertanyaan penyidik apa. Pokoknya semua pertanyaan saya jawab,” ujar Arief.

Selain keduanya, penyidik KPK juga akan melakukan memeriksa empat saksi lainnya, yakni Kabiro Teknis KPU, Nur Syarifah; Kabag Umum KPU, Yayu Yuliani; staf legal VIP Money Changer, Carolina; serta Kasubag Pemungutan, Perhitungan Suara dan Penetapan Hasil Pemilu KPU, Andi Bagus Makawaru.

“Enam orang saksi akan diperiksa untuk tersangka SAE [Saeful],” ujar Pelaksana Tugas Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, Selasa (28/1/2020).

Selain unsur KPU, KPK juga telah memeriksa Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto. Penyidik menanyakan perihal sumber uang Rp 400 juta, diketahui digunakan untuk menyuap Wahyu Setiawan, kepada politikus PDIP tersebut.

Seperti diketahu, empat orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini, yaitu eks calon legislatif PDIP, Harun Masiku; eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan; eks Anggota Bawaslu yang juga orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina; dan Saeful dari pihak swasta.

Untuk mengingatkan, Harun Masiku diduga menyuap Wahyu untuk memuluskan langkahnya sebagai anggota DPR RI dari Pergantian Antar Waktu menggantikan kader lain dari PDIP, Nazarudin Kiemas, yang meninggal dunia. Harun sendiri belum dipastikan keberadaannya hingga kini. (tn/cnni)