Tersangka Dugaan Korupsi Jiwasraya, Benny Berikan Sepucuk Surat: Kenapa Nggak Semua Ditangkap?

Sepucuk surat dari tersangka kasus dugaan korupsi PT Jiwasraya, Benny Tjokrosaputro. (Foto: detikcom)

Jakarta, TataBerita |Tersangka kasus dugaan korupsi PT Jiwasraya, Benny Tjokrosaputro, memberikan sepucuk surat kepada wartawan usai diperiksa penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) di gedung KPK. Komisaris PT Hanson itu keluar, memakai rompi tahanan, dari gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, pukul 22.07 WIB, Jumat (31/1/2020), seperti dilansir dari detiknews.

Dalam kertas surat yang diberikannya itu, Benny menuliskan pertanyaan mengenai keganjilan dalam kasus ini hanya PT Hanson yang diproses hukum. Menurutnya, semestinya ada pihak lain yang ikut diproses dalam perkara dugaan korupsi Jiwasraya.

“Ada puluhan manager investasi, berarti ada puluhan/ratusan jenis saham yang bikin rugi. Kenapa nggak semua ditangkap? Kenapa cuma Hanson,” tulis Benny dalam kertas itu.

Benny tak menjelaskan lebih detail pihak yang dimaksudkan tersebut. Ia hanya memberi petunjuk, pihak itu adalah pemilik saham investasi di Jiwasraya sebelum dibeli oleh PT Hanson.

“Saham Hanson yang ada di dalam manajer investasi milik Jiwasraya beli dari siapa? Mudah kok dicari, kalau ketemu penjualnya, jadi jelas. Ingat lo, mereka itu perusahaan tbk, ada lebih dari 8.000 pemegang saham,” tulisnya.

Sementara itu, Plt Jubir KPK Ali Fikri mengaku pemeriksaan Benny di KPK merupakan bagian dari koordinasi KPK-Kejagung dalam penanganan perkara Jiwasraya.

“Pemeriksaan oleh penyidik Kejagung. KPK hanya memberikan fasilitas tempat pemeriksaan dan tempat penahanan Rutan dalam rangka koordinasi penindakan KPK-Kejagung,” terang Ali. (tb/dn)