Ubah Hasil Pemilu, Evi Novida Dipecat, Sempat Diperiksa Kasus Harun Masiku

Eks Komisioner KPU RI, Evi Novida Ginting (perempuan, 5 dari kiri) berfoto bersama komisioner KPU (Foto: Istimewa)

|Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memecat Evi Novida Ginting Manik dari jabatan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) karena melakukan intervensi dalam penetapan suara Pemilu 2019 di Kalimantan Barat.

Dalam sidangnya, DKPP memutuskan Evi bersalah berdasarkan aduan Hendri Makaluasc, caleg DPRD Provinsi Kalimantan Barat dari Partai Gerindra.

“Menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tetap kepada Teradu VII Evi Novida Ginting Manik selaku Anggota Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia sejak putusan ini dibacakan,” dikonfirmasi Plt Ketua DKPP, Muhammad, Rabu (18/3/2020), seperti dilansir dari cnnindonesia.

Evi dkk dinilai melakukan intervensi keputusan KPU Kalbar dalam Pemilu 2019. KPU RI disebut bertanggung jawab mengubah perolehan suara Hendri Makaluasc dan menggelembungkan perolehan suara Cok Hendri Ramapon di Dapil 6 Kalimantan Barat.

Selain itu, DKPP juga memberi sanksi kepada lima Komisioner KPU RI lainnya. Peringatan keras terakhir kepada Arief Budiman, Pramono Ubaid Tanthowi, Hasyim Asyari, Ilham Saputra, dan Viryan Azis.

DKPP pun memberi sanksi peringatan kepada Anggota KPU Provinsi Kalbar Ramdan, Erwin Irawan, Mujito, dan Zainab.

Bawaslu diperintahkan mengawasi KPU menjalankan putusan ini dan menyebut jabatan Presiden RI untuk menjalankan keputusan ini.

“Presiden Republik Indonesia untuk melaksanakan Putusan ini sepanjang terhadap Teradu VII [Evi Novida Ginting Manik] paling lambat 7 (tujuh) hari sejak Putusan ini dibacakan,” tulis putusan.

Seperti diketahui, Evi juga sempat terseret kasus dugaan suap caleg DPR RI dari Partai PDIP Harun Masiku dan menjalani pemeriksaan KPK. Dalam sidang etik di DKPP, Wahyu Setiawan mengatakan sempat berkonsultasi kepada Evi dan Ketua KPU Arief Budiman. (tb/cnni)