UNESCO Resmikan Kaldera Toba Masuk Daftar Geopark Dunia, Wajibkan Kelestarian dan Perlindungan Kawasan

Kawasan Kaldera Toba Utara, Tanjung Unta Kabupaten Simalungun (Foto: TataBerita)

| Setelah melalui jalan panjang, akhirnya Kaldera Toba Provinsi Sumatera Utara resmi masuk ke dalam daftar UNESCO Global Geopark pada Sidang ke-209 Dewan Eksekutif UNESCO di Paris, Prancis, Selasa (7/7/2020).

“Proses persiapan untuk mendapatkan pengakuan UNESCO bagi Kaldera Toba, menunjukkan komitmen tinggi dan kerja sama yang baik dari semua pihak di Indonesia sejak awal proses, dari pengumpulan data, menyelenggarakan berbagai workshop, penyusunan dan negosiasi dokumen nominasi untuk diajukan ke UNESCO,” terang Duta Besar RI untuk UNESCO Armanatha Nasir melalui keterangan tertulis, Rabu (8/7/2020).

Sebelumnya, Kaldera Toba berhasil masuk daftar UNESCO setelah dinilai dan diputuskan dalam Konferensi Internasional UNESCO Global Geoparks ke-IV di Lombok, Indonesia, pada 31 Agustus-2 September 2019 lalu.

Nasir berharap, penetapan ini membuat Indonesia bisa mengembangkan pemberdayaan masyarakat lokal.

“Melalui penetapan ini, Indonesia dapat mengembangkan Geopark Kaldera Toba melalui jaringan Global Geoparks Network dan Asia Pacific Geoparks Network khususnya dalam kaitan pemberdayaan masyarakat lokal,” ujarnya.

Selain itu, dimasukkannya Kaldera Toba dalam daftar UNESCO melahirkan kewajiban pelestarian dan perlindungan kawasan sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark.

Untuk diketahui, Kaldera Toba terbentuk dari ledakan super vulkanik yang terjadi 74 ribu tahun lalu. Dasar kaldera ini kini dipenuhi air dan menjadi danau Toba, danau terbesar di Indonesia.

Indonesia kini telah memiliki empat situs UNESCO Global Geopark lainnya, yakni Gunung Batur, Geopark Cileteuh, Gunung Sewu, dan Gunung Rinjani. (tb)