Usai Pengabdian Desa, 184 Orang Relawan GMS Diwisuda

Wisuda Relawan Gerakan Sumut Mengajar, di Aula Raja Inal kantor Gubsu, Medan, Minggu (15/3/2020) (Foto: TataBerita)

| Sebanyak 184 orang relawan Gerakan Sumut Mengajar (GSM) diwisuda di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Minggu (15/3/2020). Para relawan ini adalah angkatan ke-7 yang diwisuda setelah menjalani pengabdian mengajar selama setengah bulan di beberapa desa di Sumatera Utara.

“Terjadi peningkatan minat (mendaftar-red) mahasiswa (menjadi relawan-red) yang akhirnya membuat panitia fokus pada seleksi menemukan relawan terbaik,” ujar Ketua Umum GMS, Fauza Qadriah, SH, MH, di lokasi acara wisuda.

Menurut Fauza, para relawan ini layak mendapat penghargaan atas pengabdian dan menjadi bagian GMS yang sejak tahun 2015 mengabdikan diri bagi kemajuan pendidikan di pelosok negeri, khususnya di desa-desa pedalaman Sumut.

“Berdiri pada tahun 2015, GMS kini telah menjadi bagian penting pengabdian pada pendidikan. Para relawan ini juga sangat menginspirasi. GMS semula hanya di 2 Kabupaten, yakni kabupaten karo dan deliserdang. Kini telah berkembang dan punya banyak desa binaan di berbagai daerah di Sumut,” imbuhnya.

Selain acara wisuda, juga diadakan kegiatan Seminar Nasional Dan Gathering Calon Relawan Angkatan ke-8. Para pemateri seminar antara lain, Dr Dedi Iskandar Batubara (Anggota DPD-RI asal Sumut dan Ketua PW Alwashliyah Sumut), Prof Amroeni Derajat (Wakil Rektor 3 UINSU), dan Fauzan Arrasyid (Pendiri Gerakan Banten Mengajar).

Salah seorang orang tua asuh, Mazeni asal desa Kurandak, yang hadir di acara, mengaku senang dan berterimakasih atas pengabdian para relawan GMS di desanya.

“Tetap semangat. Kami tetap menunggu kehadiran relawan, karena di desa kami sangat terasa manfaatnya,” ujar Mazeni. (tb)