USU & UNIMED Audiensi Ke Gubsu, UTBK 2020 Ikuti Protokol Covid-19

Kampus USU dan Unimed beraudiensi ke Gubsu terkait kesiapan UTBK 2020 berdasarkan Protokol Covid-19, di rumah dinas Gubsu, Jl Sudirman no 41 Medan, Kamis (18/6/2020) (Foto: Istimewa)

| Terkait kesiapan penyelenggaraan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) tahun 2020, bertujuan menyaring penerimaan mahasiswa baru, pihak Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas Negeri Medan (Unimed) beraudiensi ke Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) sekaligus Ketua GTTP Covid-19 Sumut, Edy Rahmayadi, di rumah dinas Gubsu, Jl Sudirman no 41 Medan, Kamis (18/6/2020).

“Kami sudah siap untuk melaksanakannya. Tapi kami tidak mungkin memutuskan sendiri, mengingat Medan masuk zona merah. Maka kami meminta pendapat dari Pak Gubernur, apakah kami diperbolehkan untuk mengadakan kegiatan tersebut atau tidak,” ucap Wakil Rektor (Warek) I USU, Prof Rosmayati Tanjung, kepada Gubsu.

Menurut Prof Rosmayati, untuk pelaksanaan UTBK, panitia Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) sudah memberikan panduan Protokol Covid-19.

“Di USU juga sudah dibuat penyusunan sedemikian rupa. Penyelenggaraan ujian dari tanggal 5 sampai 14 Juli 2020 secara nasional. Pendaftaran UTBK berlangsung dari tanggal 2 hingga 20 Juni 2020. Sampai kemarin, pendaftar di USU sudah mencapai 33 ribu,” ungkapnya.

Sementara itu, Warek I Unimed, Dr Restu memaparkan, penyelenggaraan UTBK 2020 Unimed diberi kuota 39 ribu peserta. Lokasi ujian sudah disiapkan di Unimed dan di 10 mitra.

“Namun, yang mendaftar di Unimed sampai hari ini masih 13 ribu, yang kemungkinannya dalam dua hari ini tidak akan mencapai separuh dari kuota. Ujian nantinya akan dilaksanakan bergilir dan dipecah di berbagai lokasi mitra sehingga meminimalkan kerumunan. Semua protokol kesehatan juga diterapkan,” urai Dr Restu.

Menanggapinya, Gubsu Edy Rahmayadi meminta sebelum pelaksanaan UTBK agar dilakukan simulasi terlebih dahulu.

“Saya minta, terlebih dahulu dilaksanakan simulasi sebelum pelaksanaan ujian. Nanti akan saya tempatkan Satpol PP untuk membubarkan peserta yang berkumpul di luar lokasi ujian,” ujar Edy Rahmayadi didampingi Plt Kadis Pendidikan Sumut Arsyad Lubis dan Plt Kadis Kominfo Sumut Irman Oemar.

Gubsu Edy menegaskan, Protokol Covid-19 harus tetap dilaksanakan untuk menghindari para peserta ujian terpapar virus Corona.

“Pada intinya ini kan memang harus kita laksanakan. Intervensi yang kami lakukan hanya untuk menjaga kesehatan. Kita tidak mau anak-anak kita ini nantinya terpapar akibat kelengahan kita. Kita akan membentuk tim bersama. Yang kurang apa? Yang tak bisa dilakukan USU dan Unimed apa? Nanti Pemerintah yang akan melengkapi,” tegasnya.

Turut hadir dalam pertemuan, yakni Warek II  USU Prof Dr Fidel Ganis Siregar, Staf Ahli Rektor USU Erwin Sitorus, Ka Biro SDM USU Muhammad Simba Sembiring, Kahumas USU Elvi Sumanti dan Kahumas Unimed Muhammad Surip. (tb)