Wabah Corona, 5 Daerah Sudah Terapkan Lockdown, Ini Daftarnya

| Di saat pemerintah pusat belum memutuskan karantina atau lockdown, beberapa pemerintah daerah sudah menetapkan kebijakan ini. Sampai saat ini, Jumat (27/3/2020), ada 5 daerah yang menetapkan status karantina (lockdown).

Kelima daerah tersebut, antara lain Kota Solo (Jawa Tengah), Provinsi Bali, Kota Tegal (Jawa Tengah), Provinsi Papua dan Provinsi Maluku. Namun, kebijakan karantina berbeda di tiap-tiap daerah.

Berikut, 5 daerah yang telah menerapkan kebijakan karantina (lockdown), seperti dilansir dari cnnindonesia.

Kota Solo, menerapkan semi-karantina dan mendeklarasikan wabah Corona (Covid-19) sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), berdasarkan hasil rapat koordinasi pada Jumat (13/3/2020).

Semi-karantina di kota asal Presiden Jokowi ini, meliburkan sekolah selama 14 hari, penundaan gelaran acara besar, pembatalan car free day dan penutupan destinasi wisata.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengatakan kebijakan ini bisa diperpanjang sesuai perkembangan situasi. Kebijakan ini menyusul kasus kematian satu pasien positif Corona (Covid-19) di RSUD dr Moewardi, Rabu (11/3/2020).

“Mau dikatakan¬†lockdown boleh kalau saya melakukan juga salah, tidak juga saya salah. Mending saya disalahkan orang waras daripada disalahkan orang sakit,” ujar Hadi, seperti dilansir dari solopos.com.

Provinsi Bali, surat imbauan kepada warganya untuk tetap di rumah masing-masing selama sehari setelah perayaan Hari Raya Nyepi dikeluarkan pemerintah Provinsi Bali.

Pihak keamanan dari unsur adat Bali, Pecalang, pun sudah memblokir jalan-jalan akses ke sejumlah kota, seperti Denpasar.

Kota Tegal, menerapkan karantina total mulai tanggal 30 Maret sampai empat bulan ke depan. Kebijakan ini dikeluarkan setelah salah seorang warganya positif terinfeksi virus Corona (Covid-19).

Seluruh perbatasan keluar-masuk kota Tegal ini akan ditutup selama empat bulan. Namun, jalan provinsi dan jalan nasional masih akan dibuka.

“Diharapkan masyarakat memahami. Saya pribadi dilematis, bahkan kalau saya harus bisa memilih, lebih baik saya dibenci, daripada maut menjemput mereka,” ujar Walikota Tegal, Dedy Yon Supriyono.

Provinsi Papua, menutup sementara akses orang dan penumpang dari laut dan udara, dikecualikan bagi angkutan barang dan bahan makanan.

Siaga Darurat sudah ditetapkan di Papua mulai 17 Maret hingga 17 April. Kebijakan ini dikeluarkan setelah 7 orang warga Papua terinfeksi Corona (Covid-19) pada Kamis (26/3/2020).

Provinsi Maluku, menutup jalur penerbangan dan pelayaran selama 14 hari, dimulai sejak hari Minggu (22/3/2020).

Gubernur Maluku, Murad ismail, mengaku penutupan sementara jalur transportasi laut dan udara tak mengganggu perekonomian di Maluku. Stok kebutuhan pokok selama lima bulan ke depan cukup untuk memenuhi kebutuhan warga.

Jumlah kasus Corona (Covid-19) di Maluku terdiri dari Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 98 orang dan empat Pasien Dalam Pengawasan (PDP), serta satu positif, sesuai data per Kamis (26/3/2020). (tb/cnni/sp)