Wabah Corona, KPK Tetap Jalankan Tugas Penyidikan

Ilustrasi Gedung KPK.

| Meski di tengah wabah Corona (Covid-19), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap melakukan proses penyidikan kasus-kasus korupsi. Penyidikan KPK tetap dilakukan lantaran ada batasan waktu yang ditetapkan Undang-undang.

“Justru ketentuannya ada keterbatasan waktu masa penahanan, penyelesaian berkas perkara, pelimpahan perkara, dan penyelesaian perkara pada tahap persidangan. Maka penindakan KPK masih tetap dilakukan, termasuk pemeriksaan saksi-saksi. Tentu dengan penyesuaian dan tetap waspada terhadap penyebaran wabah virus korona,” terang Juru Bicara KPK, Ali Fikri, di Jakarta, Rabu (25/3), seperti dilansir dari Media Indonesia.

Seperti disampaikan Ali, pada Selasa (24/3) kemarin, penyidik KPK tetap memeriksa saksi kasus dugaan suap di Mahkamah Agung (MA) dengan tersangka NHD. KPK memeriksa seorang saksi, yakni Hartanto (pengacara NHD) saat mengajukan gugatan praperadilan.

“Hartanto diperiksa sebagai saksi untuk tersangka NHD . Penyidik mendalami keterangan saksi mengenai pengetahuannya tentang surat kuasa untuk praperadilan yang diberikan oleh tersangka, pertemuan-pertemuan yang dilakukan saksi dengan NHD serta materi-materi yang dibahas selama proses peradilan yang diajukan oleh NHD melalui kuasa hukumnya,” terangnya.

Namun, dalam menjalankan tugas, KPK tetap menjalankan prosedur keamanan kesehatan. Untuk pemeriksaan di luar Jakarta, ujar Ali, petugas KPK wajib memakai masker dan mencuci tangan dengan hand sanitizer.

“Petugas mengecek suhu tubuh para saksi dan atau orang yang dimintai keterangan lebih dahulu dan melaporkan kepada pemeriksa. Apabila ada indikasi suhu tinggi maka akan dilakukan jadwal ulang. Selanjutnya sebelum masuk ke ruang pemeriksaan terperiksa, baik saksi atau tersangka wajib membersihkan tangan denganĀ hand sanitizer yang sudah disediakan oleh petugas,” ungkap Ali. (tb/mi)