WHO Umumkan Nama Baru Virus Corona, Persebaran Tingkat Global Capai 44.138 Kasus

Laman akun resmi twitter WHO

| Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumumkan nama baru untuk virus corona asal Wuhan, China. Bila sebelumnya, dikenal dengan ‘penyakit pernafasan akut 2019-nCoV’ maka kini punya nama resmi, yaitu “COVID-19”.

“Kami sekarang memiliki nama untuk penyakit ini dan nama itu adalah COVID-19,” terang Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus di Jenewa, Selasa (11/2/2020), seperti dilansir dari cnbcindonesia.

Menurut Tedros, “co” adalah singkatan dari “corona”, “vi” untuk “virus” dan “d” untuk “disease/penyakit”, sementara “19” untuk tahun penemuannya. Seperti diketahui, wabah ini pertama kali diidentifikasi pada tanggal 31 Desember 2019 di kota Wuhan, China.

Lebih lanjut, Tedros mengatakan, pemilihan nama ini bertujuan untuk menghindari referensi ke lokasi geografis, spesies hewan atau sekelompok orang tertentu.

“Penentuan nama ini juga sesuai dengan rekomendasi internasional yang bertujuan mencegah stigmatisasi,” ujar Tedros.

Sebelumnya, pada minggu lalu, Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan, sementara waktu akan menyebut wabah itu sebagai “Novel Coronavirus Pneumonia” atau NCP.

Sampai hari Rabu pagi ini (2/12/2020), virus ini telah menewaskan 1.110 orang setelah provinsi Hubei melaporkan 94 kematian baru. Ini menjadikan total kasus di China mencapai lebih dari 33.000 kasus. Skala global, kasus virus corona setidaknya 44.138 kasus, penyebarannya telah mencapai 26 negara, mulai dari Thailand, Singapura, hingga ke Jerman dan Amerika Serikat, seperti dilansir dari cnninternational. (tb/cnbci/cnni)