Wilayah Palestina Terus Menyusut, Trump Malah Usulkan Draft ke Israel Tanpa Melibatkan Palestina

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: Net)

Washington DC, TataBerita | Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengajukan proposal perdamaian Israel-Palestina kepada dunia. Proposal yang diajukan ini dilakukan dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan warga AS keturunan Yahudi tanpa kehadiran perwakilan Palestina, Selasa (28/1/2020), seperti dilansir dari cnbcindonesia.

Dalam pertemuan tersebut, Trump mengatakan dirinya telah membuat draf proposal perdamaian sekaligus menjanjikan Yerussalem sebagai ibu kota Israel.

Di akun Twitter-nya Trump menggambarkan peta masa depan Palestina.

“Ini adalah bagaimana negara Palestina terlihat di masa depan, dengan ibu kota di Yerusalem bagian Timur,” tulisnya melalui akun @realDonaldTrump.

Seperti diketahui, wilayah Palestina semakin susut dari waktu ke waktu. Berikut adalah penampakan penyusutan wilayah Palestina:

Foto: Ilustrasi/ Luas Wilayah Palestina dan Israel dari Masa ke Masa/Aristya Rahadian Krisabella

Pada 2012, Palestina pernah mengajukan permohonan menjadi negara peninjau non-anggota di PBB. Permintaan ini disetujui melalui voting pada 29 November 2019 dan menjadi Resolusi No 67/19. Status ini merupakan pengakuan de facto dari PBB bahwa Palestina adalah negara berdaulat.

Dilanjutkan, 138 dari 193 negara anggota PBB mengakui keberadaan Palestina sebagai sebuah negara per Juli 2019. Namun pengakuan ini menghadapi risiko veto dari AS sebagai salah satu negara pendiri PBB. (tb/cnbci)