Workshop dan Konser Tiga Kota: Journey 25 Tahun Irwansyah Harahap & SUARASAMA

SUARASAMA saat pementasan perdana di Taman Budaya Sumut, Jl Gatot Subroto Medan, Sabtu (7/11/2020) (Foto: SUARASAMA)

| Merayakan perjalanan bermusik selama 25 tahun, Irwansyah Harahap dan kelompok SUARASAMA mengadakan workshop dan konser di tiga kota, yakni di Medan, Solo dan Jakarta.

Judul dan tema yang dipilih dalam kegiatan ini, “Journey: 25 th Anniversary Suarasama: Equality in Musical Diversity.”

“Pertunjukan ini merupakan pentas pertama dari rangkaian tour concert kami di tiga kota, yakni Medan, Solo (14-15 November) dan Jakarta (21-22 November) dengan judul dan
tema: ‘Journey: 25 th Anniversary Suarasama: Equality in Musical Diversity’,” ungkap Irwansyah Harahap usai pementasan di TBSU Medan, Sabtu (7/11/2020).

Dari 25 tahun perjalanan karir bermusik, kelompok Suarasama telah menghasilkan beberapa album karya musik, antara lain “Fajar di Atas Awan” (1998, RFI Prancis); “Rites of Passages” (Suarasama Indonesia 2002-Wellington New Zealand 2009); Lebah (Suarasama, Indonesia 2008) dan album “Timeline” (Spacerec Indonesia 2013).

Bahkan, Irwansyah Harahap juga telah mendapatkan “Anugerah Kebudayaan dan Penghargaan Maestro Musik Tradisi” pada tahun 2017 dari Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan RI sebagai “Pencipta, Pelopor dan Pembaru” di bidang World Music.

Terkait konser kali ini, Irwansyah menjelaskan, kegiatan ini merupakan prakarsa untuk berbagi pengetahuan, khususnya karya SUARASAMA dan khazanah World Music.

“Kegiatan tur konser ini merupakan prakarsa untuk diseminasi karya musik yang saya kerjakan bersama kelompok Suarasama melalui workshop dan pertunjukan. Kegiatan ini sendiri didukung oleh program Fasilitasi Bidang Kebudayaan (FBK) Direktorat Kebudayaan Kemendikbud RI,” urainya bersama istri sekaligus vokalis utama SUARASAMA, Rithaony Hutajulu.

Dalam konser perdana di Medan ini, Irwansyah juga berkolaborasi bersama  musisi tradisi Aceh, Imam Saleem, lewat nyanyian Rateeb. Konser pertunjukan Suarasama di Taman TBSU Medan ditutup dengan lagu berjudul Bahtera.

“Lagu ini sebagai ungkapan ‘doa’ untuk cobaan yang kita hadapi saat ini. Semoga situasi pandemi ini segera berlalu dan kita bisa kembali dalam kehidupan normal,” doa Irwansyah usai menutup lagu.

Baca juga: Journey 25th Anniversary SUARASAMA di Jakarta: Silaturahmi World Music

Konser pertunjukan musik yang mengikuti Protokol Kesehatan Covid-19 ini dihadiri 30-an audiens, serta dibuka oleh Kepala Taman Budaya Sumatera Utara dan Kepala
Badan Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Aceh-Sumbagut mewakili Direktur
Jenderal Kebudayaan Kemendikbud RI. (tb)